Welcome to My Blog

Mahasiswa Universitas Gunadarma yang suka dengan game online

Sabtu, 17 Juni 2017

TUGAS 3 PENGANTAR TEKNOLOGI GAME PENULISAN 7

Nama : Merdeka Putra

NPM : 56414592

Kelas : 3IA22

Mata Kuliah : PENGANTAR TEKNOLOGI GAME

Dosen : Rifki Amalia

Tugas ke 2 : Pengambilan Keputusan Pada Game Catur dan Sepakbola (PENULISAN 7)


PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA GAME CATUR DAN SEPAKBOLA

    Kecerdasan Buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau Intelegensi Artifisial (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau hanya disingkat AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan syaraf tiruan dan robotika.

Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat permainan catur atau Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika. Seperti contoh: Pengenalan Obyek/Muka, bermain sepak bola.

Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.

‘Kecerdasan buatan’ ini bukan hanya ingin mengerti apa itu sistem kecerdasan, tapi juga mengkonstruksinya. Jadi yang mengambil keputusan ketika kita bermain catur atau sepakbola ketika melawan musuh (computer) itu adalah kecerdasan buatan yang dimasukkan kedalam game.

Sumber :

TUGAS 3 PENGANTAR TEKNOLOGI GAME PENULISAN 6

Nama : Merdeka Putra

NPM : 56414592

Kelas : 3IA22

Mata Kuliah : PENGANTAR TEKNOLOGI GAME

Dosen : Rifki Amalia

Tugas ke 2 : Binding Commitmen Pada Game (PENULISAN 6)






BINDING COMMITMEN

Dilema Tahanan 
  • Polisi menangkap 2 tersangka sebuah kasus kriminal.
  • Mereka diinterogasi secara terpisah, dan tidak ada komunikasi di antara mereka.
  • Karena bukti-bukti belum cukup, maka polisi memberi mereka 2 pilihan: menyangkal atau mengakui keterlibatan mereka berdua.
  • Jika keduanya menyangkal, maka A dan B akan mendapat hukuman penjara 1 tahun.
  • Jika A menyangkal dan B mengaku, maka A akan diganjar 10 tahun penjara, dan B bebas.
    .
  • Jika A mengaku dan B menyangkal, maka A bebas dan B mendapat hukuman 10 tahun.
  • Jika keduanya mengaku, masing-masing akan diganjar 8 tahun
  • Pilihan apakah yang diambil A dan B, agar mereka mendapat gain yang terbaik dari keadaan ini? (A dan B tidak dapat saling berkomunikasi)
Game kooperatif adalah suatu game yang pemainnya dapat mengadakan komitmen yang saling mengikat (binding commitment). Hal demikian tidak terjadi pada game nonkooperatif. Jika komitmennya tidak mengikat, game tidak dapat bersifat kooperatif, karena para pemain mungkin akan melanggar komitmen tersebut untuk kepentingan dirinya. Dilema Tahanan adalah game nonkooperatif. Pertanyaannya: bagaimanakah outcome-nya, jika dijadikan game kooperatif?

Dilema Tahanan Kooperatif
  • Jika Napi A dan Napi B dapat mengadakan komitmen yang mengikat, maka mereka akan memilih {menyangkal, menyangkal}, dengan ganjaran masing-masing 1 tahun penjara. Dalam hal ini, outcome-nya lebih baik dibandingkan tanpa komitmen (game nonkooperatif).
  • Game tetap harus bersifat simultan (A dan B bertindak secara serentak) dan informasi tidak sempurna (Baik A dan B tidak mengetahui apa pilihan lawannya, sebelum keduanya menetapkan pilihannya).
  • Sebab jika A mengetahui B “menyangkal”, maka A jelas akan “mengaku”, sehingga A bebas (namun B dipenjara 10 tahun).
  • Jadi, outcome dari suatu game dapat ditingkatkan jika para pemain saling kooperatif.


Sumber :

sabri.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/46019/Teori+Game.pdf

TUGAS 3 PENGANTAR TEKNOLOGI GAME PENULISAN 5

Nama : Merdeka Putra

NPM : 56414592

Kelas : 3IA22

Mata Kuliah : PENGANTAR TEKNOLOGI GAME

Dosen : Rifki Amalia

Tugas ke 3 : Strategi Murni (Pure Strategy) dengan prinsip maximin dan minimax (PENULISAN 5)



STRATEGI MURNI ( PURE STRATEGY )  

Dalam permainan strategi murni, pemain baris meng-identifikasikan strategi optimalnya melalui aplikasi kriteria maksimin, sedangkan pemain kolom menggunakan kriteria minimaks untuk meng-identifikasikan strategi optimalnya. Nilai yang dicapai harus merupakan maksimum dari minimaks baris dan minimum dari dari maksimin kolom, Pada kasus terse-but suatu titik equibrilium telah tercapai dan titik ini disebut titik pelana (saddle point). Bila nilai maksimin tidak sama dengan nilai minimaks, titik pelana tidak dapat dicapai, sehingga permainan tidak dapat diselesaikan dengan mempergunakan strategi murni, tetapi dengan strategi campuran.

Diberikan game antara A dan B dengan strategi dan payoff berikut:

Strategi apakah yang dipililh oleh A dan B agar masing-masing memperoleh hasil yang optimal ?

Prinsip maximin dan minimax


  • Jika maximin = minimax, maka game memiliki sebuah saddle point ; dan game dikatakan setimbang (memiliki kesetimbangan / equilibrium) 
  • Dalam hal ini, saddle point = (1,y), dan value of game = 4 
  • Jika A dan B mengikuti prinsip maximin dan minimax, maka game akan mencapai kesetimbangan, di mana A memilih strategi 1, dan B memilih strategi y



Sumber :

TUGAS 3 PENGANTAR TEKNOLOGI GAME PENULISAN 4

Nama : Merdeka Putra

NPM : 56414592

Kelas : 3IA22

Mata Kuliah : PENGANTAR TEKNOLOGI GAME

Dosen : Rifki Amalia

Tugas ke 3 : Unsur - Unsur Pada Teori Game (PENULISAN 4)

UNSUR - UNSUR PADA TEORI GAME

   Pada teori game terdapat 6 unsur yaitu :

1. Pemain
2. aturan - aturan
3. hasil
4. variabel
5. kondisi informasi
6. pemberian nilai

Sumber :

http://nahdli.blogspot.co.id/2016/01/teori-permainan-game-theory.html

TUGAS 3 PENGANTAR TEKNOLOGI GAME PENULISAN 3

Nama : Merdeka Putra

NPM : 56414592

Kelas : 3IA22

Mata Kuliah : PENGANTAR TEKNOLOGI GAME

Dosen : Rifki Amalia

Tugas ke 3 : Strategi Pada Payoff Pada Setiap Game (PENULISAN 3)

STRATEGI PADA PAYOFF PADA SETIAP GAME 

   Payoff adalah sebuah bilangan yang merepresentasikan derajat hasil (utilitas) yang diinginkan oleh pemain ybs. Semakin besar nilai payoff, semakin menguntungkan bagi pemain. Dalam sebuah game, payoff dapat direpresentasikan dalam bentuk matriks payoff. 
  • game non-zero-sum dengan 2 pemain, payoff direpresentasikan dalam bentuk bimatriks.
  • game zero-sum dengan 2 pemain, payoff dapat direpresentasikan dalam bentuk matriks dan bimatriks

Sumber :